Rabu, 18 April 2012

Si Legam Bertangan Kaleng

Peluh tersapu harapan
Langkah kecil bermimpi besar
Desah rendah suara tinggi
Tiga mata berkaki besi laksana sandaran pensuci hati
Empat beroda tersenyum anyir
Kuda besi melambai mencerca
Detik berganti senjata
Menit berganti malam
Waktu berlalu pagi
Si legam bertangan kaleng
laksana debu tersapu petir
Mimpi terlukis dalam khayalan
Angan melebur bersama debur ombak
Hanya mengiba dan merana
Hanya memandang tanpa berkata
Kotor, kumuh, namun tak angkuh
Tangan kaleng bak senjata berjuta rupa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar